Monday, April 2, 2012

Niatan Konkret

Seperti sebuah kumbang yang menemukan bunganya. 
Seperti anak ayam yang menemukan induknya.
Seperti musafir yang menemukan setetes air.

Seperti itu lah tulisan ini akhirnya dibuat. Kerinduan akan sebuah curahan hati yang tak sampai terpenuhi.

Memang tak mudah bagiku untuk menuliskan berjuta kata berlandaskan aliran kalbu yang membabi buta. Mencoba menuangkan sebuah kisah hidup, bukan pada seseorang, bukan pada boneka kesayangan, bukan pada diary lusuh, tapi pada sebuah mesin.
Niat.
Hanya sebuah niat yang akhirnya membuatku berani menuliskan segala bentuk aliran kalbu itu pada sebuah diary modern ini. Niat untuk berbagi dalam kalimat-kalimat sederhana yang kelak tetap dikenang pemiliknya.

Konkret.
Niat tak cukup bagiku. Aku bukan tipe orang yang mampu melakukan sesuatu yang sebetulnya aku mau. Konkret jawaban terakhirku. Bagiku, jika memang aku mau, maka aku juga harus memampukannya agar kemauan itu menjadi mampu.

Dan cukup dua alasan itu yang mengantarkanku menelusuri hari-hari ini dengan sebuah mesin curahan hati ini. Sebuah mesin aliran kalbu. Aliran kalbu warna warni.

No comments:

Post a Comment