Sadarkah kau?
Saat kau lelah tak berdaya, ada seorang wanita yang masih disini untuk menemanimu..
Lihatkah kau?
Saat kau risau dan gelisah, ada seorang wanita yang masih setia menenangkanmu..
Bisakah kau rasakan?
Saat kau sedih dan menangis karna problematika kehidupan, masih tetap ada wanita itu yang menyemangatimu..
Pernahkah kau tengok ke belakang?
Sedikit saja kau tengok ia..
Pernahkah kau lihat wajahnya?
Hanya sedikit, sekedar melihat senyum tulusnya..
Pernahkah kau panggil namanya?
Satu kata yang biasa kau lontarkan manis padanya..
Yang ku tau, kau menyayangi wanita itu..
Yang ku rasa, kau mencintai wanita itu..
Yang ku harap, kau melihatnya dalam dekap mimpimu..
Tapi tunggu,
Coba kau buka mata hatimu..
Kau tau juga bahwa wanita itu mencintaimu dengan tulus ikhlas..
Kau melihat kerja kerasnya dalam kelirihan air mata yang menggenang hanya agar kau mau melihatnya, sedikit..
Tapi sayangnya,
Kau tak pernah menyadari akan kehadirannya, dengan semangatnya yang sebagian besar telah ia berikan hanya untuk menyemangatimu..
Kau tak pernah menyadari akan kehadirannya, dengan kemampuannya yang habis-habisan telah ia berikan hanya untuk membuatmu tersenyum..
Dan wanita itu, didambakan pria lain..
Pria yang mampu menunggunya hingga darah penghabisannya..
Yang rela ia tinggalkan demi kebahagiaan wanita itu yang justru menginginkan dirimu..
Aku memang untukmu..
Dan dia memang untukku..
Kelak ketika aku tak mampu lagi memberikan kekuatanku untukmu, izinkan aku untuk mempersilakan dirinya masuk ke dalam duniaku..
Dunia yang lazim ku sebut dengan cinta..
Saturday, April 7, 2012
Tuesday, April 3, 2012
Pooh Quote
" if you live to be 100, I hope to be 100 minus 1 day, so I never have to live without you"
-Winnie The Pooh-
Monday, April 2, 2012
Niatan Konkret
Seperti sebuah kumbang yang menemukan bunganya.
Seperti anak ayam yang menemukan induknya.
Seperti musafir yang menemukan setetes air.
Seperti itu lah tulisan ini akhirnya dibuat. Kerinduan akan sebuah curahan hati yang tak sampai terpenuhi.
Memang tak mudah bagiku untuk menuliskan berjuta kata berlandaskan aliran kalbu yang membabi buta. Mencoba menuangkan sebuah kisah hidup, bukan pada seseorang, bukan pada boneka kesayangan, bukan pada diary lusuh, tapi pada sebuah mesin.
Niat.
Hanya sebuah niat yang akhirnya membuatku berani menuliskan segala bentuk aliran kalbu itu pada sebuah diary modern ini. Niat untuk berbagi dalam kalimat-kalimat sederhana yang kelak tetap dikenang pemiliknya.
Konkret.
Niat tak cukup bagiku. Aku bukan tipe orang yang mampu melakukan sesuatu yang sebetulnya aku mau. Konkret jawaban terakhirku. Bagiku, jika memang aku mau, maka aku juga harus memampukannya agar kemauan itu menjadi mampu.
Dan cukup dua alasan itu yang mengantarkanku menelusuri hari-hari ini dengan sebuah mesin curahan hati ini. Sebuah mesin aliran kalbu. Aliran kalbu warna warni.
Subscribe to:
Posts (Atom)